<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688</id><updated>2012-02-17T04:03:14.857+07:00</updated><title type='text'>Wisnu Darjono</title><subtitle type='html'>Media Diskusi bagi mereka yang mau berbagi pengalaman, pengetahuan, pemahaman dan perasaan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-8354181041759107044</id><published>2011-06-23T16:41:00.000+07:00</published><updated>2011-06-23T16:44:50.203+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Tidak Menganiaya Kita</title><content type='html'>Semua kita pasti sudah sangat memahami, bahwa hidup kita ini sudah ditetapkan durasinya.&lt;br /&gt;Mereka ada yang berdurasi panjang, ada yang berdurasi pendek, ada yang bahkan sangat pendek, dengan berbagai variasi kondisi yang dihadapinya.&lt;br /&gt;Kita tidak tahu, kapan kita dipanggil untuk menghadap-NYA.&lt;br /&gt;Tidak ada urutan pemanggilan, tidak ada yang diberitahu kapan akan dipanggil, masih berapa lamakah kita diberi kesempatan bertemu terbitnya matahari atau menjadi saksi terbenamnya matahari. Kalkulasinya acak, tak ada jawaban pasti, semua merupakan rahasia illahi!!&lt;br /&gt;Akibat dari kerahasiaan itu, kita menjadi tak tahu apakah perjalanan kita dapat mencapai tujuan yang kita harapkan, atau terpaksa terhenti di tengah jalan.&lt;br /&gt;Kita menjadi tidak tahu, apakah usaha, cita-cita, harapan yang kita bangun dengan susah payah, kadang mengabaikan banyak hal, mendapat hasil yang memuaskan, mampu mencapai titik optimalnya atau bahkan menyentuh garis minimum pun tidak mampu.&lt;br /&gt;Sekedar sharing persepsi dalam menghadapi dinamika kehidupan ini, saya membagi masalah dalam dua kelompok, yaitu masalah yang menjadi urusan Tuhan dan yang kedua adalah masalah yang menjadi urusan saya.&lt;br /&gt;Dalam ajaran agama yang saya pahami sejauh ini, Tuhan punya hak prerogative atas kelahiran, kematian, keberhasilan, jodoh dan rejeki.&lt;br /&gt;Dalam konteks itu, sepertinya kita tak punya hak bahkan bernegosiasi. Terima apa adanya!&lt;br /&gt;Namun demikian, sebagai manusia biasa. Sungguh! menjalankan hidup ini adalah suatu kewajiban.&lt;br /&gt;Maka kemudian saya berpikiran bahwa ada masalah yang menjadi urusan kita sebagai manusia, agar “klop” atau “matching” dengan apa yang menjadi urusan Tuhan.&lt;br /&gt;Masalah yang menjadi urusan kita adalah melayakkan diri di “mata” Tuhan, memantaskan diri, agar Tuhan memberikan karunianya, agar Tuhan memutuskan bahwa memang kita layak untuk sukses, layak berjodoh dengan “Bidadari” yang kita impikan, memang kita layak untuk mati sebagai orang terhormat, Dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kita tak boleh pasrah, kita tak boleh berdiam diri, kita tak boleh merusak nilai kehidupan, kita tak boleh membiarkan diri kita teraniaya oleh apapun oleh siapapun, kita tak boleh mendzalimi tetapi kita juga tak boleh berdiam diri jika di dzalimi!!&lt;br /&gt;Ajaran agama saya (Islam) menyebutkan, bahwa Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu sendiri tidak merubahnya. Allah tidak akan merubah diri kita, sampai kita sendiri yang merubahnya.&lt;br /&gt;Dengan keyakinan agama seperti itu, kita didorong untuk bekerja keras dengan cerdas Dan cermat sekuat tenaga, tanpa harus berpikir apakah usaha ini berhasil atau mubadzir. Karena keberhasilan merupakan HAK Tuhan, sedang tugas kita adalah memantaskan diri di depan Tuhan, agar Tuhan mengabulkan apa yang kita harapkan.&lt;br /&gt;Tidak semua orang berkesempatan jadi pahlawan, tetapi semua kita diberi kesempatan untuk memantaskan diri sebagai pahlawan.&lt;br /&gt;Semua kita diberi kesempatan yang sama untuk memantaskan diri, diberi kesempatan yang sama untuk menunjukkan bahwa kita orang baik yang layak diberi penghargaan oleh Tuhan, disukseskan hidupnya, dipanjangkan umurnya, disehatkan badannya, dipenuhi keinginannya.&lt;br /&gt;Masalahnya, apakah kita sudah memantaskan diri? Apakah kita sudah melayakkan diri?&lt;br /&gt;Banyak dari kita yang memilih posisi diam, menerima apa adanya, tanpa ada usaha yang memadai agar kehidupan kita bergeser ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;Kita malas bergeser, karena kita takut Akan resiko yang harus dihadapi.&lt;br /&gt;Padahal, baik kita diam tak bergerak maupun memilih bergeser menuju kebaikan, semuanya mengandung konsekuensi logis, kita harus menanggung akibat atas keputusan yang kita pilih, Dan itu merupakan hukum alam, Sunatullah!!&lt;br /&gt;Apapun kondisi yang kita pilih, kita putuskan untuk kita jalani, selalu mengandung tantangan, ada masalah yang harus kita hadapi Dan selesaikan, yang itu semua sebanding dengan kualitas kehidupan yang in gin kita capai.&lt;br /&gt;Masalah yang kita hadapi bukanlah siksaan Tuhan!&lt;br /&gt;Itu adalah biaya yang harus kita bayar, untuk mendapatkan keinginan yang kita harapkan.&lt;br /&gt;Setiap kita harus “membayar” setiap pilihan yang kita pilih, kita harus mau menanggung resiko atas keputusan yang kita ambil, Dan mesti mau menanggung resiko atas alur yang kita lalui.&lt;br /&gt;Kita perlu keyakinan yang teguh, keyakinan yang konsisten, keyakinan yang kuat, bahwa Tuhan Maha Adil, Tuhan Pasti Mengabulkan Permintaan kita, jika kita memang telah pantas untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.&lt;br /&gt;Tuhan Maha Pengasih Maha Penyayang pada makhlukNYA, maka…….. Permintaan kita akan DIA tunda, jika kita belum pantas menerimanya. Sampai kapan?&lt;br /&gt;Sampai kita pantas untuk menerimanya. Karena dengan kepantasan itu, nilai kemanusiaan kita menjadi meningkat dan anugerah yang diberikan Tuhan tidak berubah menjadi musibah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-8354181041759107044?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/8354181041759107044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=8354181041759107044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/8354181041759107044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/8354181041759107044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2011/06/tuhan-tidak-menganiaya-kita.html' title='Tuhan Tidak Menganiaya Kita'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-9209373896981438359</id><published>2009-04-21T08:03:00.003+07:00</published><updated>2009-04-21T08:51:14.899+07:00</updated><title type='text'>Menyambut Munas ke IV  ATC Indonesia</title><content type='html'>Kata teman-teman yang sempat bercerita ke saya, pada bulan Oktober 2009 yang akan datang, di Bali akan diadakan Munas ke IV IATCA serta pemilihan pengurus untuk periode 2009 - 2012.&lt;br /&gt;Bagi sebuah organisasi dan juga bagi seluruh anggota organisasi, kegiatan Munas tersebut sangat menarik perhatian dan perlu dicermati secara serius, agar keberadaan organisasi profesi ini mampu memberikan nilai-nilai positif bagi peningkatan profesionalisme, memberikan perlindungan dan pengayoman yang selayaknya bagi para anggotanya serta mampu menjadi mitra kerja yang baik bagi stake-holdernya.&lt;br /&gt;Semua anggota seharusnya dapat diminta untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan Munas tersebut, meskipun nantinya yang datang dalam Munas adalah wakil-wakilnya saja, tetapi pemikiran dan aspirasi anggota seharusnya dapat terwadahi dan dibahas dalam Munas secara tuntas.&lt;br /&gt;Kalau memang benar Munas akan dilaksanakan di bulan Oktober, itu berarti tinggal 5 bulan lagi. Normalnya, kegiatan hitung mundur harus sudah dimulai, agar kegiatan ini dapat menjadi kegiatan hajatannya ATC se Indonesia yang khidmat, yang meriah dan mampu memberikan makna dalam memasarkan eksistensi ATC Indonesia di masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;Inventarisasi masalah-masalah strategis yang dihadapi ATC Indonesia, harusnya sudah terkumpul atau mulai dikumpulkan. Peluang-peluang yang terbentang di hadapan kita, seyogyanya sudah terpetakan atau mulai dipetakan dengan jelas. Dengan demikian, program kerja pengurus periode 2009 - 2012 dapat ditawarkan ke para anggota sejak awal, untuk dikritisi, dibahas dan di diskusikan secara mendalam.&lt;br /&gt;Adalah tugas rekan-rekan yang ingin masuk bursa "ATC 1" untuk mulai menyampaikan program-program real mereka secara terbuka, pemikiran-pemikiran dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk membawa ATC indonesia ke arah dan kondisi yang lebih baik secara terukur, agar pemilihan Petinggi ATC ini dapat berlangsung secara cerdik.&lt;br /&gt;Jika ini dapat dikembangkan dalam budaya organisasi IATCA, saya sangat yakin, pemilihan orang nomor satu di lingkungan ATC Indonesia ini akan berlangsung secara rasional, bukan emosional semata.&lt;br /&gt;Ijtihat, istikharah, mohon petunjuk kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dalam memilih figur pemimpin yang baik memang perlu, tetapi itu hanya boleh dilakukan setelah kita mempelajari semua seluk beluk calon pemimpin kita secara mendalam dan menimbang-nimbangnya dalam matriks yang obyektif  yang sedapat mungkin kuantitatif. Penyerahan mendalam kepada ketentuan Allah hanya boleh dilakukan sebagai penutup / di akhir usaha kita yang telah dilakukan secara total dan habis-habisan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-9209373896981438359?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/9209373896981438359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=9209373896981438359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/9209373896981438359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/9209373896981438359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2009/04/menyambut-munas-ke-iv-atc-indonesia.html' title='Menyambut Munas ke IV  ATC Indonesia'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-7070245587609136861</id><published>2009-03-04T06:30:00.003+07:00</published><updated>2009-03-04T08:10:27.884+07:00</updated><title type='text'>Perlindungan Hukum Terhadap ATC Indonesia</title><content type='html'>Pada tanggal 23 Februari 2009, pukul 12.14 UTC (19.14 wib), pesawat Lion Air LNI-972 type MD-90 registrasi pesawat PK-LIO rute penerbangan Medan - Batam melakukan pendaratan di Bandara Hang Nadim Batam, tanpa roda depan, karena roda tidak dapat dikeluarkan baik secara otomatis maupun manual.&lt;br /&gt;Seluruh penumpang 156 orang (148 dewasa dan 8 anak-anak) beserta 2 orang pilot dan 4 cabin crew, selamat. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;Masalahnya, tanggal 27 - 2 - 2009, saya dapat info dari Sekjen IATCA, bahwa telah beredar transkrip (istilahnya : rekaman pembicaraan) antara pilot dengan ATC di ruang publik. Saya sangat bersyukur dan menghargai Bung Kristanto selaku Sekjen IATCA yang langsung menghubungi saya. Hal tersebut saya anggap mengindikasikan bahwa pertemanan kami, hubungan kami yang di Subdit Manajemen Lalu Lintas Penerbangan dan rekan-rekan IATCA dapat berjalan sebagaimana diharapkan, sehingga jika terjadi apa saja yang dianggap mengganggu atau membahayakan ATC Indonesia, dapat segera ditangani secara bersama.&lt;br /&gt;Dari sisi MLLP kami dapat jelaskan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Team MLLP telah melakukan investigasi terhadap pelayanan ATC Batam dalam kasus pendaratan pesawat Lion Air  tersebut, dan tidak menemukan adanya penyimpangan prosedur yang dilakukan ATC. ATC telah melakukan tugas dan fungsinya secara profesional, dengan menjalankan berbagai prosedur yang seharusnya dilakukan oleh ATC.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kami juga memiliki transkrip komunikasi ATC - pilot sejak pkl. 10.36 UTC s.d pkl. 12.14 UTC saat pesawat LNI 972 mendarat, crash bell berdering dan sirene dibunyikan. Namun, fakta menunjukkan bahwa komuniasi sebagaimana beredar di ruang publik tersebut, ternyata sangat berbeda dan tampak sekali bahwa hal tersebut adalah rekayasa, entah apa maksudnya!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transkrip komunikasi yang beredar itu, sungguh tidak mencerminkan peran ATC dalam menangani situasi emergency. Dan saya, sebagai team di Subdit MLLP maupun dosen ATC di STPI sangat tidak percaya dengan isi percakapan dalam transkrip yang beredar tersebut, karena menurut pendapat saya, ATC Indonesia paling bodoh pun (seandainya ini ada) tidak akan melakukan komunikasi dalam bentuk seperti itu. Transkrip komunikasi tersebut nampak direkayasa, melalui komunikasi imaginer orang yang tidak memahami komunikasi dan mekanisme pelayanan lalu lintas penerbangan, dan karenanya tidak perlu ditanggapi dengan cara saling curiga dan tuduh menuduh yang pada ujung-ujungnya perpecahan diantara sesama ATC.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dalam konteks kejadian ini, saya juga prihatin jika ada orang-orang yang kemudian menyebar rumor bahwa ATC Indonesia tidak diperhatikan Pemerintah ; ATC Indonesia tidak mendapatkan perlindungan hukum yang memadai ; ATC Indonesia resah, dll.&lt;br /&gt;Ini adalah rumor yang coba disebar tanpa dasar, tanpa fakta, mengada-ada, dan entah apa maksud di balik pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;Bukan hanya karena saya ada di lingkungan pemerintah, tetapi saya sebagai orang yang banyak berkecimpung di lingkungan ATC mencoba untuk berfikir dan bersikap kritis dan obyektif, dan karena sebagai umat beragama oleh Allah swt saya diperintahkan untuk berbuat adil kepada siapa saja, maka saya ingin menyampaikan hal-hal sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemerintah Indonesia bersama DPR - RI telah berhasil membuat UU penerbangan (UU no. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan) yang sangat komprehensif. Didalam undang-undang tersebut, banyak butir yang nyata-nyata menetapkan program keselamatan penerbangan, program budaya tindak keselamatan yang mengacu pada standard ICAO.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam UU ini juga memuat peraturan keselamatan penerbangan, sistem pelaporan keselamatan, analisis data dan informasi keselamatanpromosi keselamatan, pengawasan keselamatan, dan lain-lain. Yang dalam banyak hal diarahkan untuk melindungi ATC (jika bicara ATC) dari eksploitasi, pencegahan dari tindak kesalahan atau kelalaian dalam bertugas, pengabaian atas hak-haknya, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menteri Perhubungan juga telah mengesahkan Peraturan Menhub berupa CASR (untuk ATC ada CASR 69 dan 170 serta 172 dll). Dalam CASR ini juga sangat jelas usaha Pemerintah dalam memberikan perlindungan hukum bagi ATC yang sedang melaksanakan tugas, berupa kepastian-kepastian hukum dalam menjalankan tugas profesinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dirjen Perhubungan Udara juga telah mengeluarkan Peraturan Dirjen Hubud berupa Staff Instruction (SI) dan Advisory Circular (AC) yang disana juga dengan jelas menuntun dan mengarahkan kita (ATC Indonesia) bagaimana agar mereka dalam menjalankan tugas dan fungsinya dapat terhindar dari kesalahan - kesalahan yang merugikan diri ATC tersebut secara pribadi, yang dapat merugikan masyarakat penerbangan, bangsa dan negara RI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ICAO dan Uni Eropa, secara fakta juga mendukung dan mendorong Pemerintah Indonesia untuk membuat peraturan-peraturan penerbangan yang terkait dengan pelayanan lalu lintas penerbangan - dan ini sudah dilakukan dan terus akan ditingkatkan - dan mereka sangat mendukung usaha-usaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  Dari berbagai aturan tersebut diatas, sangat tidak beralasan jika Pemerintah dianggap tidak melindungi ATC Indonesia.&lt;br /&gt;Kepastian hukum, merupakan salah satu bentuk perlindungan hukum bagi masyarakat. Dengan kepastian tersebut, masyarakat menjadi tahu mana atau apa-apa yang menjadi haknya, apa-apa yang harus dihindari, apa-apa yang tidak boleh dilakukan, karena dapat berbahaya dan membahayakan dirinya, orang lain, pengguna jasa penerbangan dll.&lt;br /&gt;Kami di Direktorat Navigasi Penerbangan Ditjen Hubud, khususnya di MLLP (karena focus kita ATC), dalam diskusi dan rapat-rapat bersama ATS Provider ((AP 1 ; AP 2 maupun UPT Ditjen Hubud) selalu memperjuangkan ATC Indonesia agar mereka dapat bekerja sesuai peran dan fungsinya secara profesional.&lt;br /&gt;Akhirnya, saya mengajak rekan-rekan ATC Indonesia untuk :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bekerja sama menjunjung nilai-nilai profesionalisme ATC, bekerja secara profesional sesuai standard profesi yang telah ditetapkan dalan CASR, SI maupun AC yang ada, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan (ambillah contoh kasus kejadian Batam tersebut diatas, maupun yang lain-lain lagi) ATC Indonesia tidak menjadi tumpuan kesalahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengabaikan rumor-rumor atau usaha-usaha yang mencoba memecah belah ATC Indonesia untuk kepentingan-kepentingan yang tidak jelas tujuannya, agar kita dapat secara focus pada tugas-tugas ATC maupun tugas-tugas tambahan lainnya dari pimpinan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendukung pemerintah dalam mewujudkan kualitas ATC Indonesia yang profesional melalui program-program yang telah direncanakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan masukan pada Pak Dirjen Hubud atau Pak Direktur Navigasi Penerbangan tentang apa saja yang perlu dilakukan agar ATC Indonesia Jaya di Udara, Jaya di Bandara dan Jaya di kancah percaturan dunia. Biarkan ATC Indonesia jadi ATC di Brunei, ATC di Timur Tengah, ATC di mana saja, karena memang mereka profesional, berstandard Internasional namun tetap berkepribadian Indonesia yang tak lekang oleh kerasnya badai global.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Salam dari kami team MLLP&lt;br /&gt;Lantai 23&lt;br /&gt;Medan Merdeka Barat 08&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-7070245587609136861?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/7070245587609136861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=7070245587609136861' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/7070245587609136861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/7070245587609136861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2009/03/perlindungan-hukum-terhadap-atc.html' title='Perlindungan Hukum Terhadap ATC Indonesia'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-8031505539237060659</id><published>2009-01-30T09:45:00.003+07:00</published><updated>2009-02-03T07:51:34.853+07:00</updated><title type='text'>Tentang Penunjukan Arah (Serial Pengetahuan Navigasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsep Penunjukan Arah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat kita membahas tentang bumi, sekilas kita bahas tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cardinal direction&lt;/span&gt;, yaitu arah timur (east) ; barat (west) ; selatan (south) dan utara (north) serta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quadrantal direction&lt;/span&gt;, yaitu arah arah diantara dua cardinal direction tersebut diatas, misal barat daya (southwest) ; tenggara (southeast) dan seterusnya.&lt;br /&gt;Pada kegiatan navigasi, penentuan arah harus lebih akurat dari pada penunjukan arah model tersebut diatas, karena, kesalahan arah sebesar satu derajat saja untuk perjalanan sejauh 60 nautical miles, pesawat akan tersesat atau tersimpangkan sejauh 1 nautical mile. untuk kesalahan sebesar 2 derajat pada jarak 60 NM, pesawat akan tersimpangkan sebesar 2 NM, demikian pula jika pesawat menempuh jarak 120 NM dengan kesalahan arah sebesar satu derajat, pesawat akan tersimpangkan sejauh 2 NM. Dapat dihitung kemudian jika pesawat ter"deviasi" sebanyak 3 derajat pada jarak tempuh ratusan ,mile, maka pesawat akan tersesat sangat jauh.&lt;br /&gt;Oleh sebab alasan itu, maka penunjukan arah dalam kegiatan navigasi digunakan sistem angka. Arah utara (merujuk atau mengarah ke kutub utara) disepakati sebagai arah nol derajat, arah timur dinyatakan sebagai arah 090 derajat, arah selatan  (merujuk atau mengarah kutub selatan) disepakati sebagai arah 180 derajat, arah barat disebut arah 270 derajat dan dengan demikian, arah utara selain disebut sebagai arah nol derajat lazim pula disebut sebagai arah 360 derajat.&lt;br /&gt;Dengan sistem angka ini, orang tidak lagi mengatakan pergi / terbang ke arah timur laut, tetapi pergi ke arah 25 derajat, atau 30 derajat, atau 40 derajat atau 70 derajat dan seterusnya.&lt;br /&gt;pergi dengan arah 50 derajat berarti pergi dengan arah yang membentuk sudut 50 derajat dari acuan nol, yaitu 50 derajat dari garis acuan arah menuju kutub utara.&lt;br /&gt;Arah-arah dengan acuan kutub utara bumi seperti tersebut diatas, disebut dengan arah TRUE. Disebut demikian, karena arah - arah dilakukan dengan mengacu pada kutub utara bumi sebenarnya.&lt;br /&gt;Kelemahan penunjukan model ini adalah pada model navigasi konvensional, dimana peralatan canggih seperti GPS dan sebagainya belum digunakan, maka orang mengalami kesulitan untuk menunjuk arah TRUE NORTH yang pasti mengarah ke kutub utara bumi. Terlebih saat cuaca buruk, sehingga benda-benda langit tidak nampak, maka kesulitan untuk mendapatkan arah true nort sebagai referensi semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Magnetic North&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk mendapatkan arah north / utara, adalah memanfaatkan magnet. batang Setiap magnet batang yang digantung bebas dan terbebas dari gangguan gelombang elektro maknetik, maka magnet tersebut akan menunjuk arah utara - selatan.&lt;br /&gt;Hanya saja, yang perlu diingat, bahwa magnet batang tidak pernah menunjuk arah TRUE NORTH, atau menunjuk tepat ke arah kutub utara - selatan, karena setiap magnet batang yang tergantung bebas terkena medan magnet bumi dan mendapat daya tarik dari kutub magnet bumi. Kutub magnet bumi tidak satu posisi dengan kutub bumi.&lt;br /&gt;Kutub utara magnet bumi terletak sekitar 1300 mile sebelah selatan kutub utara bumi, dan ke arah itulah batang magnet bumi mendapat gaya tarik.&lt;br /&gt;Karena kutub utara bumi dan kutub utara magnet bumi tidak satu posisi, maka titik utara bumi  (true north) berbeda posisi dengan titik utara magnetik bumi (magnetig north), sehingga penunjukan arah utara yang menggunakan batang magnet, harus dikoreksi jika ingin mendapatkan arah utara "true". Dampaknya adalah, semua penunjukan yang menggunakan alat bantu batang magnet, harus dikoreksi jika ingin mendapatkan arah sebenarnya (true direction). Besaran sudut koreksi yang digunakan untuk memberikan koreksi atas arah magnetic agar menjadi arah sebenarnya di bumi tersebut, diberi nama VARIATION.&lt;br /&gt;Setiap posisi di muka bumi memiliki sudut variasi yang berbeda, tergantung posisi tempat itu terhadap kutub utara bumi serta kutub utara magnet bumi.&lt;br /&gt;Variation berikut cara-cara perhitungannya agak sulit dituliskan di sini, tetapi banyak sumber yang dapat digunakan sebagai acuan untuk dapat memahami variation serta dampaknya bagi penunjukan arah dalam kegiatan navigasi.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan tulisan sekilas tentang arah ini dapat menjadi pangkal pijak untuk mempelajari sistem penunjukan arah dalam kegiatan navigasi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-8031505539237060659?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/8031505539237060659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=8031505539237060659' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/8031505539237060659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/8031505539237060659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2009/01/tentang-penunjukan-arah-serial.html' title='Tentang Penunjukan Arah (Serial Pengetahuan Navigasi'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-3448322861880894994</id><published>2009-01-30T09:24:00.003+07:00</published><updated>2009-01-30T09:39:55.490+07:00</updated><title type='text'>Tentang Bumi (Serial Pengetahuan Navigasi)</title><content type='html'>&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Sebagaimana telah dibahas di bagian pendahuluan, bahwa jika kita mempelajari navigasi maka kita tidak mungkin membahasnya tanpa terlebih dahulu membahas masalah-masalah yang terkait dengan bumi, dimana kita berada dan dimana kegiatan navigasi akan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Kita hidup dan tinggal di permukaan bumi yang berbentuk bola. Memang pada kenyataannya, bumi tidaklah berbentuk bulat sempurna. Bumi agak cembung di wilayah equator dan sedikit mampat di kedua kutubnya, namun karena perbedaan diameter dari keduanya tidak terlalu signifikan, maka dalam semua perhitungan navigasi, bumi dianggap berbentuk bulat sempurna.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Ukuran sebenarnya, diameter bumi di wilayah equator adalah 7.926 miles (12.752 km) sedangkan diameter bumi jika diukur dari kutub ke kutub bumi adalah 7.900 miles (12.711 km). Info selengkapnya, lihat di :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://encarta.msn.com/encyclopedia_761569459/Earth_%28planet%29.html"&gt;http://encarta.msn.com/encyclopedia_761569459/Earth_(planet).html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Untuk diketahui, bahwa 1 miles (secara lengkap disebut statute mile) = 1.760 yards = 5.280 feet = 1.609,344 meter. Statute mile (st. mile) di dalam penerbangan / kegiatan navigasi biasanya digunakan untuk mengukur jarak yang cenderung perkiraan / estimasi, misalnya : jarak pandang, jarak awan ke bandara, dll.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Sedangkan untuk ukuran jarak yang lebih pasti, yang terukur, dalam kegiatan navigasi lebih banyak menggunakan satuan nautical mile (NM), misal : untuk jarak dari satu posisi ke posisi yang lain, kecepatan per jam dll. Satu nautical mile (1 NM) = 2.025 yards = 6.076 feet = 1.852 meter.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Garis-Garis Khayal di Bumi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Untuk kepentingan berbagai perhitungan dan kegiatan operasional penerbangan, kita memerlukan bantuan garis-garis khayal yang ada di bumi, agar penentuan posisi, perhitungan jarak dan lain sebagainya dapat dilakukan dengan cermat dan akurat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Garis khayal pertama yang harus kita pahami adalah EQUATOR.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Equator adalah garis khayal yang bidang irisannya membagi bumi menjadi dua sama besar, yaitu belahan bumi bagian utara dan belahan bumi bagian selatan. Jika kita berdiri di equator, menghadap searah dengan arah kemana bumi berputar (menghadap ke arah dari mana benda-benda langit / matahari terbit) dengan kata lain kita menghadap ke arah timur, maka kutub / poros bumi sebelah kiri kita disebut kutub utara sekaligus sebagai acuan arah utara; kutub / poros bumi sebelah kanan kita disebut kutub selatan sekaligus sebagai acuan arah selatan dan arah dibelakang kita (lawan dari arah timur) adalah arah barat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Arah Timur, Selatan, Barat dan Utara ini kemudian di navigasi disebut sebagai arah utama (cardinal direction) sedangkan arah tenggara, barat daya, barat laut dan timur laut disebut sebagai quadrantal direction.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Parallel of Latitude &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, baik ke arah utara maupun ke arah selatan, kita dapat membuat garis-garis khayal lain yang sejajar equator. Garis-garis khayal tersebut makin ke utara / ke selatan akan berbentuk lingkaran yang bidang irisnya sejajar equator namun luasnya semakin kecil dan akhirnya hanya berupa titik di kutub utara / selatan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Garis-garis khayal yang sejajar dengan equator ini selanjutnya disebut dengan garis lintang atau Parallel of latitude. Jika kita anggap bahwa equator adalah titik nol, maka setiap parallel of latitude yang kita buat akan memiliki jarak terhadap equator. Dengan demikian, setiap parallel of latitude merupakan tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap equator., karena mereka sejajar dengan equator.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Jika jarak dari equator ini dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik, maka parallel of latitude merupakan tempat kedudukan titik-titik yang memiliki jarak busur sama jika diukur dari equator. Jarak busur (dalam satuan derajat, menit dan detik) dengan patokan equator inilah yang disebut sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;latitude&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Misal disebutkan bahwa Jakarta memiliki latutude 6 derajat South artinya Jakarta berjarak 6 derajat sebelah selatan equator. Jarak parallel of latitude terhadap equator dapat dinyatakan dalam satuan jarak (NM atau KM) maupun dalam satuan derajat busur. Jika jarak equator ke kutub (utara maupun selatan) dinyatakan dalam satuan derajat busur, maka jarak equator ke kutub utara / kutub selatan adalah 90 derajat. Untuk penjelasan lebih detail, lihat di : &lt;a href="http://www.encyclopedia.com/topic/latitude.aspx"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.encyclopedia.com/topic/latitude.aspx"&gt;http://www.encyclopedia.com/topic/latitude.aspx&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Sejak tahun 1959, telah disepakati secara internasional bahwa tiap-tiap satu menit busur (1/60 derajat) kulit bumi, setara dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;satu nautical mile&lt;/span&gt;. Lihat :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://encarta.msn.com/encnet/refpages/search.aspx?q=nautical+miles"&gt;http://encarta.msn.com/encnet/refpages/search.aspx?q=nautical+miles&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Jika satu menit busur pada kulit bumi sama dengan satu nautical mile, yang berarti setiap perbedaan satu derajat garis lintang / parallel of latitude berjarak 60 NM, maka jarak equator (sebagai titik nol) ke kutub utara atau ke kutub selatan yang 90 derajat akan sama dengan 60 NM x 90 = 5400 NM.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Contoh 1: jika kita bergerak dari equator ke garis lintang 15 derajat North (bergerak dari equator ke arah 15 derajat utara / north) maka perjalanan yang kita lakukan akan menempuh jarak 60 NM x 15 = 900 NM&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Contoh 2 : Jika kita bergerak dari garis lintang 45 derajat 30 menit South menuju 45 derajat 00’ menit South, itu berarti kita bergerak ke arah utara sejauh 30 menit busur lingkaran bumi. Jika satu menit busur bumi sama dengan satu nautical mile, maka perjalanan tersebut menempuh jarak 30 NM.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Di sisi lain, Jarak dari equator ke kutub utara maupun kutub selatan juga dapat dinyatakan dalam satuan kilometer. Antara tahun 1792 – 1799 ilmuwan Perancis mendefinisikan kilometer sebagai seper sepuluh ribu jarak antara equator ke kutub utara. Artinya, jarak equator ke kutub utara (tentu saja sama juga jarak antara equator ke kutub selatan) = 10.000 KM. lihat lebih lanjut di :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://encarta.msn.com/encyclopedia_761561345/Metric_System.html"&gt;http://encarta.msn.com/encyclopedia_761561345/Metric_System.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;mengingat jarak equator ke kutub utara (atau kutub selatan) = 10.000 KM dan karena jarak equator ke kutub utara / selatan = 90o = 5400 NM , itulah mengapa 1 NM setara dengan 1,852 KM.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Meridians &amp;amp; Longitude &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Garis khayal lain yang harus diperhitungkan ketika kita mempelajari navigasi adalah garis bujur (meridians), yaitu garis-garis khayal yang menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan. Perlu diingat, bahwa garis meridian ini tidaklah sejajar satu sama lainnya sebagaimana halnya parallel of latitude.Garis meridian ini berawal dari satu titik di kutub utara maupun kutub selatan dan melebar di equator.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Garis-garis meridian ini memotong equator dengan tegak lurus. Jika pada garis lintang ada equator yang dijadikan titik nol perhitungan, maka pada meridian titik nol tersebut disebut dengan “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;prime Meridian&lt;/span&gt;” yaitu garis bujur (meridian) yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan melalui kota Greenwich di Inggris. Setiap titik di muka bumi, akan memiliki jarak tertentu dari garis prime meridian ini. Jika jarak tersebut dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik, maka jarak tersebut disebut sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;longitude&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;Misal disebutkan bahwa Jakarta memiliki longitude 106 derajat East artinya Jakarta berjarak 106 derajat sebelah timur prime meridian. Prime meridians berikut pasangannya, yaitu meridian perpanjangan dari prime meridian ini (yang berada di samudra pacific) akan membagi bumi menjadi dua sama besar, yaitu belahan bumi timur dan belahan bumi bagian barat. Jika primemeridian dianggap sebagai titik nol, maka meridian pasangannya disebut “anti meridian” yang merupakan meridian 180 derajat, baik dilihat dari bumi belahan barat maupun dari belahan timur. Karenanya anti meridian disebut sebagai meridian 180 derajat E/W. anti meridian ini nanti pada saat kita membahas penanggalan akan disebut sebagai garis batas penanggalan internasional (international date line).&lt;/p&gt; &lt;input name="postID" value="1305757622072555729" type="hidden"&gt; &lt;input name="blogID" value="1989719763891107688" type="hidden"&gt;  &lt;div class="errorbox-good"&gt;&lt;input name="securityToken" value="dx8sVLyrnRIRW0SNdqDd8mn12K0:1233282271292" type="hidden"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-3448322861880894994?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/3448322861880894994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=3448322861880894994' title='29 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/3448322861880894994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/3448322861880894994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2009/01/tentang-bumi-serial-pengetahuan.html' title='Tentang Bumi (Serial Pengetahuan Navigasi)'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-6989892219046979570</id><published>2009-01-25T07:09:00.003+07:00</published><updated>2009-01-26T08:47:35.506+07:00</updated><title type='text'>Navigasi Udara</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam kegiatan penerbangan, pengetahuan dan keterampilan bernavigasi bagi semua pihak yang terkait dengan kegiatan penerbangan, sangat penting dan menentukan keberhasilan misi penerbangan itu sendiri.&lt;br /&gt;Seorang pilot harus mahir bernavigasi, agar perjalanan pesawat yang dikemudikannya dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Seorang Flight Operation Oficer (FOO) harus mahir dan memahami pengetahuan navigasi, karena mereka harus mampu memberikan pelayanan dan dukungan operasional penerbangan kepada pesawat dan pilot yang dilayaninya. Bagi seorang ATC, AIS Officer, teknisi navigasi dan lain-lain, pengetahuan tentang navigasi juga sangat penting dan harus mereka kuasai dengan benar, karena dengan pengetahuan yang baik tentang navigasi, diharapkan mereka mampu memberikan pelayanan navigasi penerbangan secara optimal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lantas apa itu navigasi?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Navigasi berasal dari bahasa latin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;navis&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;agere. Navis&lt;/span&gt; diartikan kapal, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;agere &lt;/span&gt;diartikan sebagai pekerjaan memindahkan atau menjalankan. Dengan itu navigasi pada umumnya diartikan sebagai "pengetahuan sekaligus seni memindahkan kapal dari satu tempat ke tempat lain di muka bumi, sesuai rencana" (disarikan dari beberapa ensiklopedia)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari definisi tersebut diatas, didapat pemahaman bahwa pengetahuan navigasi merupakan  ilmu pengetahuan sekaligus seni tentang kegiatan memindahkan kapal (dengan berbagai aspek yang terkait di dalamnya) dari pelabuhan laut satu ke pelabuhan laut yang lain, yang ada di muka bumi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Navigasi Penerbangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari definisi navigasi sebagaimana tersebut diatas, perkembangan pengetahuan kemudian membagi kegiatan navigasi menjadi setidaknya tiga matra utama, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Navigasi laut (sea navigation)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Navigasi darat (ground navigation)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Navigasi udara / penerbangan (Air navigation)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sementara sebagian orang ada yang menambahkan dengan yang ke empat, sesuai trend perkembangan teknologi yang paling mutakhir, yaitu  "Outer space navigation"  yaitu ilmu navigasi antar planet di tatasurya, dll.&lt;br /&gt;Navigasi Udara atau Air navigation sering disebut dengan kata "Aviation" yang berasal dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aves&lt;/span&gt; (burung) + &lt;span style="font-style: italic;"&gt;agere&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;UU no 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, disebutkan bahwa  : "Navigasi Penerbangan adalah proses mengarahkan gerak pesawat udara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;dari satu titik ke titik yang lain dengan selamat dan lancar untuk &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;menghindari bahaya dan/atau rintangan penerbangan"&lt;br /&gt;Dengan demikian, ada beberapa unsur pengetahuan yang harus dipahami ketika akan mempelajari Navigasi Udara, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pesawat Udara, sebagai sarana untuk kegiatan penerbangan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lokasi / posisi di muka bumi, sebagai tempat dimana kegiatan penerbangan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perencanaan Penerbangan (Flight planning) sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;safety culture&lt;/span&gt; yang dikembangkan oleh masyarakat penerbangan, agar kegiatan penerbangan dapat berlangsung dengan selamat, lancar, efektif dan efisien.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara berNavigasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan kegiatan navigasinya, seorang penerbang (pilot) pada umumnya melakukan dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pilotage Navigation, dengan cara ini seorang pilot melakukan kegiatan navigasi penerbangannya dengan mengandalkan kemampuan mata (visual). Misalkan mereka terbang dari Jakarta ke Surabaya, maka sepanjang jalur penerbangan, sepanjang kegiatan antara Jakarta - Surabaya yang dilakukannya, sang pilot harus mengandalkan  kemampuan matanya sendiri (visual) untuk mengetahui posisinya, menghindari bahaya / rintangan di sepanjang jalan, dan lain-lain sampai mendarat di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radio / Instrument Navigation, dengan cara ini seorang pilot melakukan kegiatan navigasi penerbangannya dengan bantuan radio instrument navigasi (navigational radio aids).yang ada disepanjang jalur penerbangannya, maupun yang ada di ruang pemanduan lalu lintas penerbangan (ruang control ATC). Misalkan pesawat terbang dari Jakarta ke Surabaya, maka sepanjang jalur penerbangan, sepanjang kegiatan antara Jakarta - Surabaya yang dilakukannya, sang pilot akan mendapat bantuan dari ATC yang memanfaatkan radar,  serta alat bantu navigasi lainnya yang dipasang di sepanjang jalur, yang dengan itu akan membantu pilot untuk mengetahui posisinya, menghindari bahaya / rintangan di sepanjang jalan, dan lain-lain sampai mendarat di Surabaya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dead Reckoning Navigation adalah cara navigasi dengan menghitung diatas kertas berbagai hal (termasuk estimasi lama terbang, lintasan yang akan dilalui, kebutuhan bahan bakar, dll) sehingga pilot seolah-olah telah mengetahui dengan baik kondisi yang akan dijalaninya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Pada umumnya, cara bernavigasi sebagaimana tersebut diatas tidak dilakukan secara independent, lepas berdiri sendiri, tetapi merupakan gabungan dari berbagai model atau cara bernavigasi, untuk menutup kekurangan masing-masing cara sekaligus menggabungkan kekuatan masing-masing cara bernavigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanggung Jawab ATC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemandu lalu lintas udara (Air Traffic Contrller/ATC) bertanggung jawab untuk melayani kegiatan penerbangan sesuai fungsinya, dengan tujuan agar pesawat-pesawat yang melakukan kegiatan penerbangan :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;mendapatkan jaminan tidak tabrakan satu sama lain baik di udara maupun di landasan pacu di bandar udara, termasuk juga tidak menabrak penghalang-penghalang yang ada di sekitar landasan pacu&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mendapatkan jaminan bahwa kegiatan terbangnya dapat berlangsung secara lancar, dan teratur sampai tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mendapatkan jaminan bahwa dalam kegiatan terbang tersebut (saat tinggal landas,  sepanjang jalur penerbangan maupun saat menjelang mendarat) telah mendapatkan informasi yang valid dan reliable untuk mendukung keselamatan penerbangannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mendapatkan jaminan bahwa kegiatannya dimonitor terus menerus oleh ATC sehingga sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, ATC dapat memberitahukan / menginformasikan dengan segera ke petugas SAR akan masalah yang dihadapi pilot yang terbang tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Pembagian tanggung jawab ATC - Pilot dengan cara bernavigasi tersebut diatas adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jika pilot menyatakan (dan harus menyatakan dalam flight plan) bahwa dirinya melakukan terbang secara visual, yang berarti sepenuhnya mengandalkan mata, maka tanggung jawab ATC terbatas pada  pemberian informasi penerbangan dengan lengkap serta jaminan monitoring oleh ATC. sedangkan tugas menghindari tabrakan dengan pesawat lain, bernavigasi dengan benar, dsb. sepenuhnya menjadi tanggung jawab pilot.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika pilot menyatakan terbang dengan mengandalkan alat bantu instrument, disini ada dua hal:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika ATC tidak menggunakan fasilitas radar (non radar control) maka jaminan terhindar dari tabrakan, jaminan terbang dengan lancar dan teratur, jaminan mendapatkan informasi secara lengkap serta jaminan monitoring akan diberikan oleh ATC, sedang pilot bertanggung jawab atas pengoperasian pesawat terbangnya serta kegiatan navigasinya. Artinya, jika dalam kondisi ini pesawat tabrakan dengan pesawat lain, maka kemungkinan besar kesalahan ada pada ATC jika pilot telah mengikuti semua petunjuk dan perintah ATC dengan benar. sebaliknya jika pesawat tersesat jalan, salah jalur, dsb. maka kemungkinan besar adalah kesalahan pilot.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika ATC menggunakan fasilitas radar dan dinyatakan sebagai radar control, maka tanggung jawab menghindari tabrakan antar pesawat, tanggung jawab pemberian informasi dan juga monitoring kegiatan operasi serta navigasi penerbangannya ada pada ATC. pilot hanya bertanggung jawab untuk mengoperasikan pesawatnya saja agar dapat berjalan dengan baik. Jadi, jika dalam pemanduan ATC radar pilot tersesat jalan, salah jalur, dan sebagainya, hal tersebut menjadi tanggung jawab ATC untuk melakukan koreksi. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Faktor - faktor yang akan mempengaruhi kegiatan navigasi pada umumnya adalah masalah posisi di darat (di muka bumi), kecepatan pesawat terbang pada berbagai ketinggian terbangnya, serta pengaruh pergerakan udara (angin). Hal-hal inilah yang nanti akan mendominasi diskusi kita selanjutnya, disamping perhitungan waktu, rencana penerbangan (flight plan) dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-6989892219046979570?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/6989892219046979570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=6989892219046979570' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/6989892219046979570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/6989892219046979570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2009/01/navigasi-udara.html' title='Navigasi Udara'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-3037851285200967534</id><published>2008-03-30T17:29:00.003+07:00</published><updated>2008-03-30T18:01:49.313+07:00</updated><title type='text'>Kawan &amp; Sahabat Waktu SMP &amp; SMA</title><content type='html'>Setelah hampir 33 tahun saya berpisah dengan sahabat-sahabat SMA, tiba-tiba ada teman yang mengingatkan betapa saya telah terpisah begitu lama dengan mereka.&lt;br /&gt;Kami sibuk dengan urusan masing-masing, sampai-sampai lupa bahwa saya punya sahabat-sahabat baik yang begitu perhatian dan mengingat diri ini, selama hampir 33 tahun tanpa pernah lupa.&lt;br /&gt;29 Maret 2008, mereka - sahabat-sahabat saya - berkumpul di Bojonegoro Jawa Timur, untuk kegiatan Reuni. Dalam kebahagiaan dan keceriaan mereka karena dapat berkumpul dengan teman-teman, mereka ternyata juga ingat saya dan menelepon tanya kabar dan mengundang saya untuk kapan-kapan dapat berkumpul bersama mereka.&lt;br /&gt;Saya merasa berharga sekaligus malu hati, kali ini. Teman-teman saya nun jauh disana ternyata tidak pernah melupakan saya, penuh perhatian dan saya ........................ sempat tidak peduli.&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja kini, usia kami sudah diatas kepala lima. teman-teman tidak lagi anak-anak seperti terakhir kami bertemu,  sebagian besar dari mereka  telah menjadi Kakek-kakek dan Nenek-nenek, karena sudah punya cucu. Lucu juga melihat photo-photo mereka saat ini, tapi lebih lucu lagi ketika melihat photo 33 tahun lalu, ketika kami masih di SMA.&lt;br /&gt;Terima kasih sahabat-sahabatku, kalian telah mengingatkan aku, betapa cepatnya jalan roda kehidupan ini. mudah-mudahan kita dapat bertemu pada reuni yang akan datang. Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-3037851285200967534?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/3037851285200967534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=3037851285200967534' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/3037851285200967534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/3037851285200967534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2008/03/kawan-sahabat-waktu-smp-sma.html' title='Kawan &amp; Sahabat Waktu SMP &amp; SMA'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-1797329046746434331</id><published>2008-03-18T07:29:00.002+07:00</published><updated>2008-03-18T08:02:26.076+07:00</updated><title type='text'>Pengobatan Tradisional (Sebuah Kisah Nyata)</title><content type='html'>Berawal dari tanggal 14 Januari 2008, Ibu saya yang tinggal di Bojonegoro Jawa Timur, mengeluh sakit maag dan muntah-muntah.&lt;br /&gt;setelah 2 hari penyakitnya tidak kunjung berkurang, padahal sudah berobat di RSUD, Ibu saya diminta untuk periksa kesehatan (lab, rontgen) secara lengkap dan .......... kata dokter Budi dari RSUD Bojonegoro, Ibu saya dinyatakan GAGAL GINJAL dan harus menjalani cuci darah di Surabaya (di Bojonegoro tidak ada fasilitas untuk cuci darah).&lt;br /&gt;tanggal 18 Januari, Ibu saya mulai kehilangan kesadaran, bicara tanpa arah dan masih rawat inap di RSUD Bojonegoro.&lt;br /&gt;Akhirnya, pada malam itu juga, Ibu kami bawa ke Surabaya untuk rawat inap di Rumah Sakit Siloam Surabaya di ruang 203, dibawah perawatan Prof. dr. Yogi (maaf nama lengkapnya lupa).&lt;br /&gt;Sejak malam itu juga, Ibu saya di rawat dengan sangat baik, penuh perhatian, dan kami sekeluarga sangat puas.&lt;br /&gt;Namun, terhadap ibu saya belum dilakukan cuci darah, karena harus menunggu beberapa pemeriksaan secara lengkap.&lt;br /&gt;Hari selasa pagi, tanggal 22 Januari 2008, Ibu saya koma!!&lt;br /&gt;semua data dan hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Ibu saya memang mengalami gagal ginjal total, dan menurut prof. Yogi, Ibu saya tidak akan pernah sadar lagi. (beliau dinyatakan telah mengalami kematian klinis, sehingga seumur hidupnya tidak akan pernah sadar lagi.)&lt;br /&gt;Akhirnya Ibu saya menjalani cuci darah di Siloam Surabaya pada hari kamis 24 Januari dan pada hari senin tgl. 28 Januari 2008, dan meskipun sudah dua kali cuci darah, Ibu hanya bangun dari komanya, tetapi kesadarannya tidak kembali. Dan Kata Prof. Yogi, yaa....... hanya itulah hasil maksimal yang dapat kami peroleh. "itupun sudah merupakan mukjizat Tuhan", katanya.&lt;br /&gt;Dengan berbagai pertimbangan, Ibu kami bawa pulang ke Bojonegoro pada tgl. 28 januari siang, dalam kondisi masih belum sadar, menggunakan infus, oksigen dan sonde(?)  (alat untuk makan via hidung).&lt;br /&gt;Sesampai di Rumah, adik saya pergi ke daerah NGASEM, suatu kampung 30 km dari Bojonegoro, menemui seorang ahli pertanian (Pak Kardi) untuk meminta ramuan jamu buat Ibu saya.&lt;br /&gt;Pak Kardi ini pensiunan penyuluh pertanian di daerah Ngasem, lulusan IPB dan sekarang sudah pensiun.&lt;br /&gt;Beliau meminta data hasil lab, rongent, scanning otak dan USG ginjal, dan semuanya kami berikan.&lt;br /&gt;Akhirnya beliau mengatakan :"hentikan semua pengobatan dokter. gunakan hanya ramuan dari saya. karena obat-obatan yang digunakan selama ini dan cuci darah itu hanya bikin masalah (penyakit) tambah berat."&lt;br /&gt;Mulai hari Selasa tanggal 29 Januari 2008, Ibu saya stop minum obat, tidak melakukan cuci darah lagi, Oksigen juga lepas, termasuk sonde. Beliau hanya minum ramuan jamu dari Pak kardi Saja.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sejak hari itu beliau berangsur sadar, kesehatannya menjadi semakin baik, dan mampu kembali berjalan-jalan seperti sediakala.&lt;br /&gt;Tanggal 7 Februari 2008 yang lalu, kami syukuran bersama para tetangga.&lt;br /&gt;Setiap hari saya dapat telpon dari Ibu, berkomunikasi secara normal.&lt;br /&gt;dan pagi tadi saya diberi tahu, bahwa beliau sudah mampu melakukan sholat di Musholla yang jaraknya sekitar 30m dari rumah.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Maha Besar Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-1797329046746434331?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/1797329046746434331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=1797329046746434331' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/1797329046746434331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/1797329046746434331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2008/03/pengobatan-tradisional-sebuah-kisah.html' title='Pengobatan Tradisional (Sebuah Kisah Nyata)'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-2416389284879448635</id><published>2008-03-18T07:24:00.001+07:00</published><updated>2008-03-18T07:27:51.464+07:00</updated><title type='text'>Kiriman Dari Sahabat Saya Untuk Anda</title><content type='html'>Dari:  "Siregar, Arifin" &lt;a href="mailto:arifin.siregar@conocophillips.com"&gt;arifin.siregar@conocophillips.com&lt;/a&gt; Via Kristanto (ATC - Soeta)&lt;br /&gt;Sent: Monday, March 10, 2008 2:14:44 &lt;br /&gt;Subject : Vaksin Penyebab Autis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Vaksin penyebab AutisBisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2 ... .....Setelah kesibukan yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktuluang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan JaquelynMcCandless , MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.FYI,&lt;br /&gt;Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp.50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baruterbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme SpectrumDisorder.Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 - Februari 2002), Joey memperoleh 3 kalisuntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut bukutersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak sayadalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawetThimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindromAutisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksinyang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akirtahun 2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus,terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperolehtreatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri denganselubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang,sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampaisekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapiABA , Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yangkeseluruhannya sangat besar biayanya.Melalui e-mail ini saya hanya inginmenghimbau para dokter anak di Indonesia , para pejabat di DepartemenKesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkansemua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidakmungkin sudahterjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspordengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai kepuskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarangsedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang tuadan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif denganmenolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasidengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidakmengandung Thimerosal.Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua,agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali lagi, jangan sampaikita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika merekadatang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulitapalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA , Okupasi, dokterahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnyasampai jutaaan Rupiah perbulannya.Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuanteman- teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuangmembebaskan diri dari belenggu Autisme."Let's share with others... Show them that WE care!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-2416389284879448635?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/2416389284879448635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=2416389284879448635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/2416389284879448635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/2416389284879448635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2008/03/kiriman-dari-sahabat-saya-untuk-anda.html' title='Kiriman Dari Sahabat Saya Untuk Anda'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-6008573195960421064</id><published>2007-12-05T15:38:00.000+07:00</published><updated>2007-12-05T15:45:41.600+07:00</updated><title type='text'>Badai Ekonomi dan Misteri Subsidi</title><content type='html'>SEBAGIAN besar dari kita telah memahami betapa pembangunan nasional sangat ditentukan oleh naik-turunnya harga minyak. Soal minyak telah menjadi agenda paling puncak dalam perjalanan pembangunan bangsa.&lt;br /&gt;Ada saat-saat kita melihat kenaikan harga minyak sebagai berkat, tetapi ada kalanya kita menilai kenaikan ini sebagai laknat. Namun, mungkin hanya sebagian kecil dari kita yang menyadari, bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, sejak pemberlakuan UU No 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan berbagai peraturan yang mengacu pada UU tersebut—yang sebenarnya oleh Mahkamah Konstitusi telah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945—ekonomi nasional terasa semakin rentan terhadap gejolak ekonomi eksternal.&lt;br /&gt;Dari kaca mata yang berbeda, kata "rentan" bisa saja ditafsirkan sebagai "lentur". Apa pun,dan dari sudut mana saja penafsiran diberikan, ekonomi nasional semakin terintegrasi ke dalam dinamika ekonomi global. Pencapaian-pencapaian ekonomi makro yang selama ini banyak diberitakan, dengan mudah dicari penyebabnya pada apa yang terjadi pada lingkungan eksternal.&lt;br /&gt;Sebagai misal, nilai rupiah yang stabil terjadi karena memang mata uang dolar sedang mengalami pelemahan. Ekspor dan cadangan devisa naik, karena harga-harga komoditas perkebunan dan pertambangan mengalami kenaikan.&lt;br /&gt;Dinamika ekonomi global inilah yang membuat harga-harga minyak yang kita konsumsi ditentukan oleh mekanisme pasar yang terjadi di New York (New York Merchantile Exchange atau NYMEX).Kondisi ini yang membuat pemerintah menaikkan harga BBM rata-rata 126% pada Oktober 2005. Luar biasa, harga-harga yang harus dibayar oleh penduduk dari sebuah negara dengan pendapatan per kapita sekitar USD1.500 sama dengan penduduk negara lain yang pendapatannya puluhan kali lebih besar.&lt;br /&gt;Inilah prinsip "harga sama di seluruh penjuru dunia" (the law of one price). Kini, ketika harga minyak mentah mendekati angka USD100 per barel, kita dibuat sibuk setengah mati. Dunia usaha disibukkan dengan upaya bertahan di tengah badai kenaikan biaya energi. Mereka yang sudah terlanjur menandatangani kontrak ekspor dengan estimasi harga lama dipaksa untuk melakukan penghematan di seluruh segi.&lt;br /&gt;Produsen yang tidak terikat kontrak dengan segera meneruskan kenaikan tersebut pada harga jual yang dibayar oleh konsumen. Pemerintah,dalam upaya mengamankan APBN 2008,bahkan telah mengeluarkan sembilan jurus pengamanan, yaitu penggunaan dana cadangan APBN, efisiensi belanja, pemanfaatan dana kelebihan di daerah, penajaman prioritas belanja, penurunan konsumsi dan peningkatan produksi BBM, efisiensi Pertamina dan PLN,optimalisasi perpajakan dan dividen BUMN, penerbitan surat berharga negara,dan insentif bagi sektor riil.&lt;br /&gt;Dalam menanggapi kenaikan harga minyak, sejumlah pejabat negara memberikan tanggapan atau analisis yang simpang siur. Petinggi di Departemen Keuangan seperti Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu cenderung mengatakan dampak kenaikan tersebut positif dan menguntungkan. Selama minyak yang diekspor lebih besar dibandingkan yang diimpor,maka kelebihan penerimaan selalu dapat menutupi kebutuhan subsidi BBM.&lt;br /&gt;Pejabat lain, terutama kalangan DPR, begitu risau dan mengkhawatirkan APBN akan jebol. Kesimpangsiuran juga terjadi pada besaran angka surplus anggaran apabila terjadi kenaikan harga minyak. Pejabat Ditjen Migas Departemen ESDM menyebut, setiap kenaikan harga minyak mentah dunia USD1 per barel akan mendatangkan surplus bersih sekitar Rp190 miliar, sementara dalam Nota Keuangan Agustus 2007 disebut angka sekitar Rp55 miliar.&lt;br /&gt;Kemudian Menkeu menyebut angka sekitar Rp30-50 miliar. Bila kita simak lebih cermat, sampai hari ini angka-angka akurat untuk berapa besar biaya produksi BBM (seperti bensin atau solar) masih belum jelas.Angka perkiraan besaran subsidi BBM dan defisit dalam APBN 2008 juga masih simpang siur. Publik hanya membaca penjelasan yang rumit dan sering tidak konsisten.&lt;br /&gt;Salah seorang ekonom yang paling rajin mempertanyakan ihwal subsidi adalah Kwik Kian Gie. Dalam puluhan tulisannya,Kwik mempertanyakan, apakah istilah yang tepat itu "subsidi" atau "opportunity lost"? Dalam perhitungannya, biaya produksi bensin, yang terdiri dari biaya penyedotan,pengilangan dan transportasi ke pompa-pompa bensin, hanya sekitar USD10 per barel (159 liter),atau sekitar Rp630 per liter apabila digunakan patokan kurs USD1= Rp10.000.&lt;br /&gt;Dengan demikian, yang dinamakan "subsidi" sebenarnya hanyalah sebuah teknik pembukuan semata. Bukan dalam arti pengeluaran arus kas, karena harga yang dibayar konsumen BBM di dalam negeri sudah berada jauh di atas biaya produksinya. Inilah yang menyebabkan mengapa Wapres Jusuf Kalla pernah mengatakan bahwa meski harga minyak dunia sampai angka USD100 per barel, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM.&lt;br /&gt;Bahkan perwakilan IMF di Jakarta mengatakan, kalau harga minyak naik, maka pemerintah memiliki kekayaan tunai dalam jumlah besar (cash rich). Jadi, masalah sesungguhnya bagi kita adalah bagaimana tetap mempertahankan produksi (lifting) minyak dalam jumlah yang selalu lebih besar dibandingkan jumlah yang dikonsumsi. Selama kondisi ini bisa dijaga, kita tak perlu khawatir.&lt;br /&gt;Keuntungan kita akan lebih besar apabila minyak yang kita hasilkan,yang mutunya dinilai lebih tinggi, kita ekspor dan hasilnya kita gunakan untuk mengimpor minyak yang lebih murah karena mutunya sedikit lebih rendah. Soal besar-kecilnya subsidi sebenarnya tergantung pada apakah pemerintah akan sepenuhnya menggeser kenaikan harga minyak di pasar dunia ke para konsumen di dalam negeri atau tidak.&lt;br /&gt;Pernyataan Wapres Jusuf Kalla menyiratkan bahwa pemerintah tidak akan tega menggeser semua beban kepada masyarakat dan mungkin telah menyadari bahwa subsidi tidak identik dengan pengeluaran uang tunai.Tentu soalnya akan menjadi lain bila ada keyakinan bahwa harga yang harus dibayar penduduk sebuah negara miskin mesti harus sama dengan yang dibayar oleh penduduk sebuah negara kaya.&lt;br /&gt;Dalam globalisasi,warga sebuah negara miskin tampaknya harus membayar mahal untuk apa pun yang dikonsumsinya.&lt;br /&gt;The poor pay a premium for everything, begitu kata CK Prahalad (2005). Yang miskin selain memang telah kalah juga dituntut untuk terus selalu mengalah.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, Direktur Program Pascasarjana dan Program Doktor IBII, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PROF HENDRAWAN SUPRATIKNO PHD*&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-6008573195960421064?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/6008573195960421064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=6008573195960421064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/6008573195960421064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/6008573195960421064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/12/badai-ekonomi-dan-misteri-subsidi.html' title='Badai Ekonomi dan Misteri Subsidi'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-1798234613728974897</id><published>2007-12-01T07:25:00.000+07:00</published><updated>2007-12-01T07:43:50.490+07:00</updated><title type='text'>Nikmatnya Hidup Di Indonesia</title><content type='html'>Hari ini kami ber lima belas, team dari STPI yang dipimpin ketua STPI, berada di Toronto - Kanada setelah sejak lima hari yang lalu berada di Quebeq City, untuk training peralatan baru yang di beli STPI.&lt;br /&gt;Peralatan yang dibeli STPI untuk mendukung kegiatan diklat jurusan teknik, nanti kita bahas lebih lanjut.&lt;br /&gt;Kali ini saya ingin membahas betapa nikmatnya hidup di Indonesia.&lt;br /&gt;Memang, ekonomi Kanada dan kehidupan penduduknya jauh diatas kita, tetapi alam yang mereka hadapi whaduuh........... bukan main kerasnya.&lt;br /&gt;Saat kami datang di Quebeq City, suhu berkisar minus 5 sampai minus 10 derajat celcius. Itu masih bagus, karena kalau kami datang bulan Desember atau Januari kelak, suhu dapat berkisar antara minus 20 sampai minus 30 derajat.&lt;br /&gt;Saat ini, salju berkisar 30 cm tetapi nanti bulan depan dapat setinggi 3 meter lebih. Dan itu dapat berlangsung selama 2 atau 3 bulan.&lt;br /&gt;Buat kami yang datang dari Indonesia dan tinggal selama seminggu di Quebeq, hal itu menyenangkan karena dapat pengalaman baru, bisa merasakan dinginnya salju, dapat merasakan dinginnya jalan kaki kehujanan salju, tetapi ........... kalau harus hidup seperti penduduk Quebeq, alamaaak, maaf saja lah.&lt;br /&gt;Yang saya kagumi ternyata .......... dengan kondisi yang begitu keras, mereka justru giat bekerja, sangat produktif dan mampu berkarya secara efektif dan efisien, sehingga kehidupan mereka menjadi maju.&lt;br /&gt;Nah ......... bagaimana dengan kita di Indonesia?&lt;br /&gt;Indonesia dibanding dengan Canada secara umum, jauh lebih indah, jauh lebih nyaman, alamnya jauh lebih bersahabat dan memberikan banyak kemudahan.&lt;br /&gt;Mereka bangga dengan Niagara Falls, kita punya banyak sekali air terjun, pemandangan alam, sungai-sungai yang mengalir dengan indah, pemandangan alam yang sangat menakjubkan dari Sabang sampai Merauke.&lt;br /&gt;Ah ........ Indonesia memang surga, dan saya bangga menjadi penduduknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-1798234613728974897?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/1798234613728974897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=1798234613728974897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/1798234613728974897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/1798234613728974897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/12/nikmatnya-hidup-di-indonesia.html' title='Nikmatnya Hidup Di Indonesia'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-6187831503894411562</id><published>2007-11-13T14:59:00.000+07:00</published><updated>2007-11-13T15:49:54.920+07:00</updated><title type='text'>Bahagia Setiap Hari Sepanjang Hari</title><content type='html'>Semua yang ada di alam semesta ini, setiap benda, setiap kejadian, setiap hal yang kita temui,  pada dasarnya NETRAL. Kitalah yang memberi makna, sehingga kita memiliki kesan dan nilai tertentu terhadapnya. Jadi, kesan kita terhadap apapun yang kita temui dan kita hadapi, sangat tergantung pada bagaimana kita memberi makna terhadap sesuatu yang kita temui atau hadapi itu.&lt;br /&gt;Suatu saat dalam perjalanan pulang dari Jakarta ke rumah kami di Tangerang, saya mengeluh pada isteri tentang kemacetan yang kami temui, dan isteri saya dengan santainya menimpali keluhan saya dengan ucapan "Alhamdulillah, itu berarti kita masih banyak kawan di perjalanan ini." Sama-sama duduk manis dibelakang sopir, isteri saya menanggapi kemacetan sebagai berkah, sementara saya menghadapi kemacetan yang sama persis dialami oleh isteri saya sebagai derita. Dampaknya, isteri saya dapat duduk santai dan bernyanyi-nyanyi kecil, sementara saya menggerutu sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada teman yang nyinyir, kolega yang bawel atau pimpinan yang galak, sok disiplin, banyak perintah, pelit atau apa saja yang intinya adalah setumpuk keluh kesah dan sumpah serapah yang "terpaksa" kita ucapkan karena kejengkelan dan kemarahan kita.&lt;br /&gt;Benarkah orang-orang disekitar kita berperilaku begitu buruk dan tidak menyenangkan atau kita yang salah memaknai keadaan, sehingga kesan yang masuk ke dalam otak kita menjadi kacau?&lt;br /&gt;Kita akan bahagia sepanjang hari dan setiap hari, ketika kita mampu memaknai segala hal yang kita temui dengan nilai-nilai positif yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Ternyata kolega dan sahabat-sahabat kita begitu perhatian terhadap kita, sehingga kekurangan-kekurangan kita mereka komentari, agar kita setiap hari menjadi lebih baik. Pimpinan kita ternyata sedang mengajari kita agar kita dapat bekerja lebih baik, lebih efektif dan efisien, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sekiranya kita dapat memaknai segalanya dengan positif, pastilah kita akan bahagia setiap hari sepanjang hari. Dan itu semua ada di tangan kita, tinggal kita mau atau tidak mau melakukannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-6187831503894411562?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/6187831503894411562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=6187831503894411562' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/6187831503894411562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/6187831503894411562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/11/bahagia-setiap-hari-sepanjang-hari.html' title='Bahagia Setiap Hari Sepanjang Hari'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-8835858189923135733</id><published>2007-11-13T14:49:00.000+07:00</published><updated>2007-11-13T14:58:00.321+07:00</updated><title type='text'>Sang Waktu</title><content type='html'>Sahabat baik saya memberikan email yang baik seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bayangkan jika sebuah bank memberi kita uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika kita gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan kita lakukan ? Tentunya akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua memiliki bank seperti itu. Namanya WAKTU. Setiap pagi, kita diberi waktu 86.400 detik Setiap malam akan dicatat, sebagai kehilangan, jika kita gagal untuk menginvestasikan dengan tujuan baik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditentukan. Setiap hari akan dibuka sebuah account baru untuk kita, dan setiap malam account tersebut akan dihapuskan. Jika kita gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, kita akan kehilangan. Hal ini tidak akan pernah kembali. Tidak akan pernah ada penarikan untuk hari esok. Kita harus hidup pada saat ini, untuk simpanan hari ini Investasikan hal ini untuk memperoleh dari investasi tersebut kesehatan, kebahagiaan dan keberhasilan yang sepenuh-penuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyadari nilai SATU TAHUN, tanyakan pada seorang pelajar yang gagal naik tingkat Untuk menyadari nilai SATU BULAN, tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan seorang bayi prematur. Untuk menyadari nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor dari majalah mingguan. Untuk menyadari nilai SATU JAM, tanyakan seorang kekasih yang menanti untuk bertemu. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyadari nilai SATU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja terhindar dari kecelakan. Untuk menyadari nilai SEPERSERIBU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja memperoleh medali perak dalam Olympiade."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mulai menghargai dan memanfaatkan waktu seoptimal mungkin. Waktu tidak akan pernah menunggu. Kemarin adalah sejarah. Hari esok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah suatu hadiah. Itulah yang disebut dengan berkat. Waktu terus berjalan. Mari kita lakukan yang terbaik untuk hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-8835858189923135733?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/8835858189923135733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=8835858189923135733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/8835858189923135733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/8835858189923135733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/11/sang-waktu.html' title='Sang Waktu'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-4535521001529224588</id><published>2007-09-15T16:51:00.000+07:00</published><updated>2007-09-15T16:59:41.758+07:00</updated><title type='text'>Taruna Baru</title><content type='html'>Pagi ini 15 September 2007, sebanyak lebih dari 300 orang taruna baru, dengan langkah tegap dan penuh harapan, memasuki gerbang asrama STPI.&lt;br /&gt;Saya bangga melihat mereka.&lt;br /&gt;Kalau dibandingkan dengan senior-seniornya, memang mereka masih tampak "norak", tidak percaya diri, serba ragu-ragu dan takut-takut.&lt;br /&gt;Namun dibalik wajah-wajah "kampung" itu, saya melihat proyeksi masa depan mereka yang cukup cerah. Saya melihat wajah-wajah pemimpin dunia penerbangan masa depan di wajah-wajah mereka, dan itu membuat saya bangga.&lt;br /&gt;Sebagai dosen di STPI, saya bangga, karena suatu saat kelak saya pasti akan dapat menunjuk salah satu pemimpin dunia penerbangan di negeri ini sambil berkata "Dia adalah muridku, yang dulu waktu masuk STPI tampangnya jelek."Insyaallah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-4535521001529224588?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/4535521001529224588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=4535521001529224588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/4535521001529224588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/4535521001529224588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/09/taruna-baru.html' title='Taruna Baru'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-6273693235225925004</id><published>2007-09-15T16:16:00.000+07:00</published><updated>2007-09-15T16:50:19.172+07:00</updated><title type='text'>Pengubahan kebiasaan Para Taruna STPI</title><content type='html'>Sebagai dosen di diklat penerbangan, kegiatan melatih generasi muda untuk menjadi manusia terampil serta berpengetahuan memadai di bidang penerbangan, rasanya tidak terlalu sulit.&lt;br /&gt;Generasi muda jaman kini, rasanya jauh lebih pintar-pintar dan cepat memahami tentang apa yang kita ajarkan.&lt;br /&gt;Tetapi tidak demikian halnya ketika kami harus mengubah kultur mereka agar sesuai dengan kultur masyarakat penerbangan.&lt;br /&gt;Aneka kultur dan kebiasaan "bawaan" dari rumah, harus kami "basuh" bersih dan kemudian kami ganti dengan kultur dan kebiasaan yang merupakan tuntutan masyarakat penerbangan, sering kali harus memakan waktu bertahun-tahun, dengan kesabaran dan pengawasan yang ketat, dan kadang-kadang kami harus "sedikit" keras.&lt;br /&gt;Saat ini, mereka yang mampu masuk ke STPI adalah masyarakat tingkat menengah ke atas, karena diklat apapun itu namanya, memerlukan biaya beberapa juta rupiah setiap semesternya, untuk membayar berbagai keperluan.&lt;br /&gt;Karena berasal dari keluarga menengah ke atas, umumnya mereka telah terbiasa membawa HP, tidur di kamar tersendiri berkasur empuk, uang saku cukup, makan apa saja ada, mau apa saja tinggal minta dan segera tersedia. Setelah masuk STPI, mereka harus tidur berempat atau berlima dalam satu kamar, tidak pegang uang barang satu sen pun, tidak juga pegang HP, makan harus sesuai waktu yang telah ditentukan dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan, bangun tidur jam 4.30 pagi sholat subuh langsung olah raga, dan terus melakukan berbagai kegiatan sampai malam hari.&lt;br /&gt;Anak-anak ini, dengan kegiatan seperti itu, sudah merasa bagai masuk "neraka'.&lt;br /&gt;Pola pembinaan seperti itu, memang dibuat agar mereka merasa satu dengan teman-temannya untuk mampu saling dukung, mempererat persaudaraan antar mereka, untuk menjalin kekeluargaan antar kawan, yang nantinya akan bermanfaat ketika kelak terjun ke dunia kerja.&lt;br /&gt;"team work" adalah sasaran pelatihan yang pertama, karena dengan kerjasama team tersebut, kesalahan individu dapat dihindari karena ada kawan yang mendampingi.&lt;br /&gt;Latihan baris berbaris, merupakan menu utama diawal kegiatan diklat. Itu bukanlah militerisme!&lt;br /&gt;Kami melatih mereka agar mereka terbiasa patuh serta taat terhadap komando yang diberikan oleh pimpinan, siapapun dia orangnya.&lt;br /&gt;Dalam suatu penerbangan, bayangkan jika anggota salah satu atau beberapa crew bekerja suka-suka, mengabaikan komando yang diberikan oleh sang Kapten. Bekerja dengan langkah sama, gerak sama, satu komando yang sama, merupakan tuntutan agar pekerjaan dapat dilihat pola dan arahnya, yang menentukan sesuatu akan berjalan dengan aman atau membahayakan.&lt;br /&gt;Standard baku penerbangan yang berlaku secara internasional, mewajibkan hal tersebut diatas berjalan dengan baik, agar kegiatan operasi penerbangan dapat berjalan aman, selamat dan memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;Di bulan-bulan pertama para taruna hidup di asrama, memang merupakan saat-saat kritis, karena kemandirian, daya tahan emosi serta fisik dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, benar-benar diuji secara bersamaan.&lt;br /&gt;Adalah semangat dari orang tua, dorongan dari orang tua ditambah sedikit rasa tega melihat penderitaan putra-putri mereka, merupakan kunci keberhasilan taruna-taruni STPI dalam menyelesaikan pendidikannya.==&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-6273693235225925004?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/6273693235225925004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=6273693235225925004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/6273693235225925004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/6273693235225925004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/09/budaya-mengutamakan-keselamatan.html' title='Pengubahan kebiasaan Para Taruna STPI'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-1434662991610701713</id><published>2007-07-31T11:44:00.000+07:00</published><updated>2007-07-31T13:11:52.533+07:00</updated><title type='text'>Hidden Curriculum</title><content type='html'>Dalam proses pendidikan, para pengajar dituntut untuk mampu melakukan kegiatan yang disebut proses tranformasi, yaitu kegiatan mengubah "sesuatu" yang ada dalam diri peserta didik, menjadi "sesuatu" yang dianggap sebagai hasil atau keluaran dari kegiatan pendidikan.&lt;br /&gt;Biasanya, dalam proses transformasi tersebut akan didapat perubahan yang berupa:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Semula tidak tahu, tidak mengerti, tidak paham menjadi tahu, menjadi mengerti dan paham terhadap sesuatu yang dipelajari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang semula tidak mampu melakukan, tidak atau kurang terampil mengerjakan sesuatu menjadi mampu melakukan sesuatu, menjadi terampil mengerjakan suatu pekerjaan tertentu sesuai yang dipelajari tersebut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semula tidak biasa (berkaitan dengan perilaku), tidak suka, dll. menjadi biasa, menjadi suka, dll.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Contohnya, seorang Guru SD yang bertugas mendidik anak-anak agar mampu membaca tulis, maka tugas utama sang guru adalah merubah Si Murid dari tidak dapat tahu abjad menjadi tahu, mengerti, mampu membedakan, dan mampu memahaminya sampai dengan merangkainya menjadi kata dan kalimat. Juga harus merubah dari tidak dapat menulis menjadi mampu dan terampil menulis, serta dari tidak suka membaca menjadi suka membaca. Jikalau anak setelah sekian lama belajar dan tetap tidak ada perubahan pengetahuan, keterampilan dan perubahan kebiasaannya, pendidikan tersebut dapat dinyatakan gagal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masalahnya, dalam proses kegiatan pendidikan, sebagaimana minum obat, ada juga efek samping atau "side effek" yang sering terabaikan oleh kelompok pengajar. Efek samping  proses pendidikan inilah yang disebut dengan "hidden Curriculum". Efek samping tersebut baru akan tampak ketika peserta didik terjun di lingkungan masyarakat. Jika efek sampingnya menyolok maka kondisi yang bersangkutan ketika di lingkungan masyarakat akan menyolok pula, demikian pula sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada beberapa institusi pendidikan yang menekankan "disiplin keras" pada peserta didiknya, dengan tujuan agar para lulusannya nanti menjadi orang - orang yang tangguh, disiplin tinggi, berani menghadapi berbagai rintangan dengan tegar, tidak takut menghadapi situasi apapun, bertanggung jawab dan lain sebagainya. Dalam pendidikan yang menekankan "disiplin keras" sudah tentu berlaku "hukuman keras" untuk mereka yang dianggap melanggar disiplin. Dalam proses pendidikan seperti itu, tidur dan bangun tidur jelas harus sesuai waktu yang telah ditentukan, mandi sekian menit, berpakaian sekian menit, makan sekian menit, juga masalah baris berbaris dan lari merupakan kegiatan rutin sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menyenangkan melihat anak-anak muda memiliki disiplin tinggi seperti itu, tetapi .......... kembali masalah hidden kurikulumnya sering terabaikan dan tidak banyak terfikirkan oleh para pendidiknya. Mereka-mereka yang "merasa" memiliki disiplin tinggi karena didikan yang keras  merasa atau berpikiran bahwa orang-orang yang tidak seperti dia berarti tidak disiplin. Oleh karenanya mereka kemudian menganggap para YUNIOR yang baru datang adalah kelompok orang-orang yang tidak disiplin dan harus mendapat hukuman keras. Semua orang yang tidak berperilaku seperti dia, dianggapnya tidak disiplin dan mereka pantas dihukum keras. Hidden Curriculum pendidikan keras adalah kekerasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada banyak cara dalam proses transformasi agar orang menjadi bertanggung jawab, memiliki disiplin tinggi, menjadi tegar, ulet dan mandiri. Pada jaman dulu, guru SR (sekolah rakyat / SD) membawa rotan keliling kelas untuk membuat anak-anak rajin belajar, siapa malas pasti pulang dengan tangan biru kena sabetan rotan Bapak atau Ibu Guru. Seiring dengan perkembangan metodologi pendidikan dan pengetahuan para Guru, rasanya tidak ada lagi Guru membawa rotan dan memukuli anak muridnya, dan nyatanya anak-anak setidaknya tidak kalah pintar dari para SENIORnya dulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para pendidik seyogyanya mencari cara dan strategi yang tepat untuk melaksanakan proses pendidikan, dengan menekan sesedikit mungkin efek samping yang ditimbulkan. Efek samping (hidden curriculum) sejauh ini tidak dapat dihilangkan, hanya dapat dikurangi dan ditekan. Karenanya, sekiranya institusi pendidikan tertentu merasa bahwa kebijakan "pendidikan keras" harus tetap dijalankan, maka para pendidik, para pembina harus berusaha agar efek samping yang timbul tidak sampai "meracuni" anak didik, yang berdampak mengancam kehidupan institusi itu sendiri. Salam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-1434662991610701713?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/1434662991610701713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=1434662991610701713' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/1434662991610701713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/1434662991610701713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/07/hidden-curriculum.html' title='Hidden Curriculum'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-5310187016807027314</id><published>2007-07-29T20:01:00.000+07:00</published><updated>2007-07-29T21:04:36.055+07:00</updated><title type='text'>Mereka Tidak Lagi Butuh Hartamu</title><content type='html'>Hari - hari terakhir pasti dirasakan sangat berat bagi banyak saudara - saudara kita yang mengalami musibah.&lt;br /&gt;Dari kasus sepatu Nike yang akan berdampak lebih dari sepuluh ribu buruh pabrik sepatu di Tangerang kehilangan pekerjaannya, kasus banjir di Morowali Sulawesi, terbakarnya pasar Turi - Surabaya dan pasar Cipanas, kasus-kasus penggusuran PKL yang tanpa solusi memadai, dan kasus-kasus lain,  semuanya dipastikan akan membuat kehidupan mereka menjadi sangat berat dan semakin berat ditengah situasi negara yang mencoba bangkit dari keterpurukannya ini.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apa yang dapat kita lakukan untuk mereka?&lt;br /&gt;Apa kita hanya cukup prihatin dan kemudian melupakannya?&lt;br /&gt;Saat ini mereka hanya perlu uluran tangan dan bantuan materi dari kita. Kita sebenarnya dapat bergandeng tangan membantu meringankan beban mereka dengan memberikan bantuan materi untuk meringankan beban hidup yang dihadapinya saat ini. Rasanya,  banyak juga dari kita yang dapat memberikan bantuan kepada mereka dengan cara meminjamkan modal kerja, agar mereka mampu bekerja untuk menghidupi keluarganya. Mereka tidak butuh modal ratusan juta. Bagi mereka, modal sejuta dua juta sudah cukup untuk memulai usaha dagang kecil-kecilan yang akan memberikan untung sepuluh dua puluh ribu, guna menyambung kehidupannya untuk menjemput harapan esok hari.&lt;br /&gt;Ini harus saya sampaikan, karena jika kita lalai dan tidak melakukannya, situasi yang buruk sangat mungkin terjadi. Situasi itu adalah saat dimana kaum papa, para fakir miskin, mereka yang tertindas, tidak lagi membutuhkan uluran tangan kita, tidak lagi butuh dan meminta harta kita, yang mereka minta hanyalah..... CUCURAN DARAH KITA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-5310187016807027314?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/5310187016807027314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=5310187016807027314' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/5310187016807027314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/5310187016807027314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/07/mereka-tidak-lagi-butuh-hartamu.html' title='Mereka Tidak Lagi Butuh Hartamu'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-3850960004380697109</id><published>2007-07-28T13:11:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T13:44:32.021+07:00</updated><title type='text'>Pengumuman Kelulusan Test Akademik</title><content type='html'>kemarin siang, Jumat 27 Juli 2007, STPI - Curug mengumumkan hasil test akademik seleksi masuk pendidikan di STPI Curug.&lt;br /&gt;Test ini merupakan tahap satu dari beberapa rangkaian test, sebelum seseorang diijinkan untuk mengikuti diklat di STPI. rangkaian test yang masih harus diikuti antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;test kesamaptaan, yang akan dilaksanakan tanggal 30 dan 31 Juli 2007&lt;/li&gt;&lt;li&gt;test kesehatan, dilaksanakan tanggal 1 dan 2 Agustus 2007&lt;/li&gt;&lt;li&gt;test wawancara, dilaksanakan tanggal 14 dan 15 Agustus 2007&lt;/li&gt;&lt;li&gt;test kesehatan ke dua (khusus untuk yang mendaftar penerbang), pada awal september&lt;/li&gt;&lt;li&gt;test bakat terbang (khusus penerbang) pada bulan Oktober s.d Desember 2007&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Untuk yang non penerbang, mereka akan mulai pendidikan pada pertengahan September 2007, sedang untuk yang mendaftar penerbang, baru akan memulai diklat penerbangnya pada awal Januari 2008.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang sangat disesalkan pada kondisi seperti ini adalah, banyaknya orang tua yang mencoba untuk memaksakan kehendak agar putra - putrinya dapat masuk pendidikan di STPI, dengan jalan "apapun", sehingga mereka menjadi sasaran empuk orang - orang yang tidak bertanggung jawab, untuk melakukan penipuan kepada mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Modus operandi orang - orang yang tak bertanggung jawab tersebut adalah mencoba mendekati orang tua calon siswa yang sedang was-was, sambil mengatakan bahwa dirinya mampu membantu putra - putri para pendaftar agar dapat masuk pendidikan di STPI. Tarif yang dikenakan untuk tahun ini, rata - rata antara 20 s.d 50 juta dengan skema pembayaran 2 kali, yaitu separuh di awal dan separuhnya lagi setelah nanti masuk diterima di STPI. Uang tersebut tentu saja "menurut orang itu" akan dibagi-bagi ke beberapa pejabat yang dapat menentukan diterima atau tidaknya seseorang mengikuti pendidikan di STPI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka (para orang tua) yang percaya dengan kata - kata tersebut, akan segera setuju dengan cara itu dan membayar sejumlah uang sesuai perjanjian, dan tertipulah dia!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebenarnya, dalam penerimaan taruna di STPI, banyak filter yang masing - masing independen, sehingga peluang kolusi sangat - sangat kecil, kalau toh tidak dapat dikatakan tidak ada. Para penipu tersebut, sebenarnya tidak melakukan apa-apa! mereka hanya menunggu, sekiranya anak yang "coba dibantu" itu pandai, lulus seleksi sesuai dengan bakat kemampuannya, mereka dapat uang sesuai perjanjian, kalau anak itu tidak lulus test masuk, yaaah dia toh tidak kehilangan apapun, malah mungkin dapat uang 50% dari perjanjian, dan membuat berbagai macam alasan yang masuk akal kenapa anak yang "dibantunya" gagal test.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya selalu katakan kepada para orang tua pendaftar, hati-hati terhadap modus penipuan yang sangat meyakinkan tersebut. Janganlah kita mencoba memaksakan kehendak, dengan cara - cara yang berlebihan, sehingga dampaknya kita kena tipu cukup besar. Tanamkan pada anak-anak kita keyakinan, bahwa keberhasilan yang membawa nikmat hanya dapat diraih dengan usaha yang baik dan cara - cara yang baik. Pemaksaan kehendak, apalagi dengan sogok - menyogok bukanlah cara yang baik untuk memulai langkah yang baik demi masa depan yang baik. Tuhan pasti akan memberikan kepada kita anugerah kebaikan yang kita usahakan melalui cara - cara yang baik. Salam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-3850960004380697109?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/3850960004380697109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=3850960004380697109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/3850960004380697109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/3850960004380697109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/07/pengumuman-kelulusan-test-akademik.html' title='Pengumuman Kelulusan Test Akademik'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-1942375756004274034</id><published>2007-07-18T07:25:00.000+07:00</published><updated>2007-07-18T08:36:26.050+07:00</updated><title type='text'>Sekolah Unggulan Vs Murid Unggulan</title><content type='html'>Minggu ini tahun ajaran baru untuk SD, SMP dan SMA sudah dimulai, meskipun untuk mereka yang mau masuk perguruan tinggi, masih harus tahan napas karena proses seleksi masuk perguruan tinggi belum lagi selesai.&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu banyak orang tua murid disibukkan untuk mencari sekolah yang bagus - bagus. Mereka berebut agar dapat mendaftarkan dan menyekolahkan putra - putrinya ke sekolah-sekolah yang dianggap bagus tersebut, yang banyak disebut sebagai sekolah unggulan.&lt;br /&gt;Masalahnya sekolah unggulan itu apa?&lt;br /&gt;Apakah sekolah yang hanya mau menerima anak-anak yang unggul, atau sekolah yang mampu merubah anak yang tadinya biasa - biasa saja menjadi anak yang unggul?&lt;br /&gt;Peran sekolah pada dasarnya adalah tempat untuk melakukan tranformasi, sehingga mampu merubah anak manusia dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mampu melakukan "sesuatu" menjadi mampu melakukan "sesuatu", dari tidak biasa menjadi biasa, dari tidak biasa bersama menjadi mampu hidup dan bekerja bersama.&lt;br /&gt;Ketika anak yang mau memasuki sebuah sekolah harus mengikuti test yang berlapis, dengan seleksi yang sangat ketat dan melebihi batas kemampuan wajar (misal, untuk masuk SD di uji  bahasa Inggris) maka sekolah tersebut akan menerima anak-anak yang unggul, tetapi sekolahnya sendiri apakah unggul?&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika suatu sekolah mau menerima anak-anak yang kemampuannya biasa-biasa saja dan kemudian karena manajemen sekolah yang bagus, mereka mampu mengubah anak - anak tadi menjadi berkualitas unggul, sekolah mana sebenarnya yang sekolah unggulan?&lt;br /&gt;Saya bersyukur, anak-anak saya telah melampaui tahap rebutan sekolah unggulan tersebut, namun selama ini mereka sekolah di sekolah-sekolah yang biasa-biasa saja, biayanya tidak mahal-mahal, gurunya sederhana, tetapi ternyata mereka mampu menjadi orang-orang yang mandiri dan saya bangga jadi orang tua mereka. Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-1942375756004274034?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/1942375756004274034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=1942375756004274034' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/1942375756004274034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/1942375756004274034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/07/sekolah-unggulan-vs-murid-unggulan.html' title='Sekolah Unggulan Vs Murid Unggulan'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-6027879893174913868</id><published>2007-06-30T11:24:00.000+07:00</published><updated>2007-06-30T11:25:57.068+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih Pada Kelompok RMS</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Hari Jumat 29 Juni 2007,  benar – benar hari yang membawa keberuntungan yang patut disyukuri oleh Bangsa dan Negara Indonesia, karena pada hari itu, ketika Pak Presiden SBY sedang menghadiri acara Hari Keluarga Nasional di Ambon, tiba-tiba sekelompok orang yang tak dikenal, yang kemudian diketahui berasal dari kelompok RMS, masuk lapangan dan mengibarkan bendera RMS di depan Presiden.&lt;br /&gt;Kita, Bangsa Indonesia patur bersyukur, karena mereka yang berhasil mengelabui para pengawal Presiden, mengelabui aparat keamanan dan panitia acara tersebut ”hanya” ingin mengibarkan bendera saja, tidak ingin berbuat yang lebih aneh lagi.&lt;br /&gt;Kalau saja mereka berbuat aneh – aneh pun, rasanya mereka – mereka yang bertanggung jawab untuk mengamankan Presiden, tidak akan tahu dan menyadarinya, sampai dengan semuanya jadi terlambat.&lt;br /&gt;Atas dasar itulah sebenarnya kita semua patut berterima kasih pada kelompok RMS yang telah memberitahu kita :&lt;br /&gt;1.      betapa lemahnya pengamanan dan penjagaan terhadap Presiden kita&lt;br /&gt;2.      bahwa intelejen kita kurang mampu berfungsi dengan baik, sehingga aparat keamanan tidak mampu mengantisipasi dengan baik&lt;br /&gt;3.      tentang betapa cerobohnya kita, sehingga kita tidak tahu membaca daftar acara, sehingga kita tidak tahu mana yang masuk daftar dan mana yang “liar”&lt;br /&gt;Memang benar bahwa Aparat keamanan di Ambon tidak kecolongan, karena kecolongan itu berarti sudah diantisipasi segalanya tetapi karena kelihaian si pencuri, maka pencuri berhasil masuk rumah kita.&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, tampaknya mereka tidak main curi-curi, buktinya mereka bawa bendera, bawa senjata tajam, bawa tombak, lewat bebas di depan para penjaga, dan didiamkan.&lt;br /&gt;Ungkapan terima kasih terhadap para kelompok RMS tersebut seharusnya disampaikan dalam bentuk:&lt;br /&gt;1.      Pemeriksaan / investigasi yang santun dan tidak melanggar HAM&lt;br /&gt;2.      Mendengarkan keluh kesah mereka perihal apa yang membuat mereka terdorong untuk ingin merdeka lepas dari NKRI&lt;br /&gt;3.      Meyakinkan pada mereka dengan cara – cara yang baik, bahwa NKRI merupakan pilihan terbaik bagi kehidupan kita bersama mereka, melalui bukti-bukti yang konkrit&lt;br /&gt;4.      Segera memperbaiki diri, agar kasus – kasus serupa tidak terjadi di lain waktu.&lt;br /&gt;NKRI merupakan kenyataan yang tidak dapat lagi diganggu gugat, tetapi ketika kita semua hanya memikirkan diri, kelompok atau golongan sendiri, tanpa menghiraukan kelompok masyarakat lainnya, atau kelompok lain hanya kita jadikan dalih untuk mendapatkan keuntungan pribadi, jangan heran jika usaha- usaha disintegrasi akan selalu ada.&lt;br /&gt;Selagi belum terlambat, marilah kita masing – masing memperbaiki diri seoptimal mungkin, tanpa harus mencari kambing hitam di tempat lain.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-6027879893174913868?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/6027879893174913868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=6027879893174913868' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/6027879893174913868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/6027879893174913868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/06/terima-kasih-pada-kelompok-rms.html' title='Terima Kasih Pada Kelompok RMS'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-2467497555837712216</id><published>2007-06-30T07:24:00.000+07:00</published><updated>2007-06-30T07:25:51.084+07:00</updated><title type='text'>Minta Maaf Pada Orang Yang Menipu Kita</title><content type='html'>&lt;div style="styleDocument: [object]"&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, ketika saya dapat kiriman email dari sahabat saya tentang ajakan untuk meminta maaf pada orang-orang yang telah menipu kita, saya bingung.&lt;br /&gt;Kalau ajakan untuk memaafkan orang-orang yang telah menipu kita, itu jelas sering saya dengar, baik dari ajaran agama maupun dalam pelajaran kehidupan sosial sehari-hari, tetapi minta maaf pada mereka?&lt;br /&gt;Dalam kebingungan dan keraguan saya terhadap ajakan itu, saya ingat kejadian beberapa tahun yang lalu di Vancouver – Canada, ketika saya dengan ceroboh menginjak kaki seorang Ibu yang berdiri di belakang saya.&lt;br /&gt;Dalam kekagetan saya atas kejadian itu dan sebelum saya meminta maaf kepadanya, ternyata dia telah lebih dulu meminta maaf kepada saya.&lt;br /&gt;”Kenapa anda meminta maaf pada saya” tanya saya kepadanya, dengan penuh keheranan.&lt;br /&gt;”Saya melakukan kesalahan dengan berdiri pada posisi yang membuat anda dapat menginjak saya. Kalau saya hati-hati, tentunya anda tidak akan menginjak saya.” jawabnya.&lt;br /&gt;Saya terheran-heran dengan argumentasinya.&lt;br /&gt;Kalau kaki saya yang terinjak orang, argumentasinya tentu lain lagi! Kalau saya memaafkan orang yang menginjak kaki saya dengan cepat, itu sudah hebat. Orang ini sudah saya injak kakinya, kesakitan, malah minta maaf dengan argumentasi keteledorannya berdiri di dekat saya.&lt;br /&gt;Kawan, dalam kehidupan kita ini jika dipandang melalui konsep Ketuhanan, semua kejadian dalam bentuk apapun, tidak ada istilah kebetulan. Semua kejadian yang kita alami hanya mungkin terjadi, semata-mata karena ijin-Nya.&lt;br /&gt;Selanjutnya, kita juga harus sadar, bahwa kejadian demi kejadian yang terjadi dan menimpa kita, juga bukanlah suatu kebetulan, hal – hal itu terjadi tidak lain merupakan akibat dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya.&lt;br /&gt; Kalau ada orang yang menipu kita, pastilah itu juga bukan suatu kebetulan, melainkan akibat dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya sehingga orang tersebut berkesempatan melakukan penipuan terhadap kita.&lt;br /&gt;Kita ditipu, karena si penipu begitu mampu meyakinkan kita bahwa apa yang dilakukannya akan memberikan keuntungan (dalam bentuk apapun) kepada kita. Kita terbuai dengan janji-janji yang diberikannya, kemudian kita tanpa pertimbangan masak-masak meng-iya-kannya, itulah kesalahan kita.&lt;br /&gt;Kita salah, karena pertimbangan yang sempit tersebut, membuat ”dia” terjerumus untuk berbuat kesalahan, yaitu menipu diri kita.&lt;br /&gt;Seandainya kita teliti, kita penuh pertimbangan, kita arief dan bijaksana dalam bertindak, maka kita tidak tertipu. Dengan kata lain, sekiranya bukan karena keteledoran kita, maka kita tidak akan memberikan kesempatan pada orang tersebut untuk melakukan kesalahan yang merugikan reputasinya. Nah, makanya atas kesalahan itu kita perlu meminta maaf kepadanya, kepada orang yang telah menipu kita.&lt;br /&gt;Saya sangat setuju dengan ajakan ini, karena dengan kesadaran tersebut, kita menjadi semakin dewasa dalam menghadapi suatu peristiwa. Kita akan menjadi semakin pintar dan ’dingin” dalam menghadapi semua peristiwa yang menimpa.&lt;br /&gt;Kesadaran ini akan membuat kita tidak mudah menyalahkan orang lain, karena adanya kesadaran bahwa semua kejadian pasti atas ijin yang Maha Kuasa, yang dilakukan-Nya semata-mata dalam rangka membuat kita menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Dengan demikian, maka kita akan selalu waspada dan hati-hati, agar orang lain tidak melakukan kesalahan karena keteledoran yang kita perbuat.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-2467497555837712216?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/2467497555837712216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=2467497555837712216' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/2467497555837712216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/2467497555837712216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/06/minta-maaf-pada-orang-yang-menipu-kita.html' title='Minta Maaf Pada Orang Yang Menipu Kita'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-7855015670137005114</id><published>2007-06-21T09:27:00.000+07:00</published><updated>2007-06-21T09:59:33.104+07:00</updated><title type='text'>Persyaratan Calon Taruna STPI</title><content type='html'>Jika anda, saudara, anak atau siapa saja ingin sekolah di STPI, berikut ini beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Persyaratan Umum&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;WNI dengan usia tidak lebih dari 23 tahun pada saat pendidikan dimulai&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belum pernah menikah dan tidak akan menikah selama pendidikan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;sehat jasmani, rohani, bebas narkoba, tidak cacat tubuh, tidak buta warna dan tidak berkaca mata&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tinggi Badan minimum pria 163 cm wanita 158 cm (non penerbang) dan untuk penerbang pria 165 cm wanita 163 cm&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;B. Syarat Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penerbang (pilot) : SMU / MAN  IPA, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teknik Pesawat Udara : SMU / MAN  IPA, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teknik Listrik Bandara : SMU / MAN  IPA, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teknik Navigasi dan Telekomunikasi Udara : SMU / MAN  IPA, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teknik Bangunan dan Landasan : SMU / MAN  IPA, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teknik Mekanikal Bandara : SMU / MAN  IPA, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemandu Lalu Lintas Udara : SMU / MAN  IPA, IPS, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Komunikasi Penerbangan : SMU / MAN  IPA, IPS, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penerangan Aeronautika : SMU / MAN  IPA, IPS, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertolongan Kecelakaan Penerbangan : SMU / MAN  IPA, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Operasi Bandar Udara : SMU / MAN  IPA, IPS, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Administrasi Perhubungan Udara : SMU / MAN  IPA, IPS, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manajemen Transportasi Udara : SMU / MAN  IPA, IPS, SMK Mesin, Listrik, Elektronika, otomotif, penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;C. Tempat pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi : STPI Curug Tangerang tlp. (021) 5982204 atau 5982205 pesawat 527&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-7855015670137005114?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/7855015670137005114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=7855015670137005114' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/7855015670137005114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/7855015670137005114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/06/persyaratan-calon-taruna-stpi.html' title='Persyaratan Calon Taruna STPI'/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1989719763891107688.post-5238134640899831927</id><published>2007-06-19T02:51:00.000+07:00</published><updated>2007-06-19T03:17:48.815+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="styleDocument: [object]" align="center"&gt;&lt;strong style="styleDocument: [object]"&gt;Indonesia Civil Aviation Institute (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, adalah satu-satunya sekolah tinggi bidang penerbangan milik pemerintah Indonesia, yang bertugas mendidik putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi tenaga profesional bidang penerbangan yang berstandard internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;STPI Curug yang berdiri sejak tahun 1952, diawal berdirinya bernama Akademi Penerbangan Indonesia (API), yang di dalam perjalanan waktu sempat bernama Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara (LPPU) dan yang kemudian berubah nama menjadi Pendidikan dan Latihan Penerbangan (PLP) merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Badan Diklat Perhubungan Departemen Perhubungan Republik Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Dalam menjalankan kegiatan operasinya, STPI terbagi dalam empat jurusan pendidikan, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;ol style="styleDocument: [object]"&gt;&lt;li style="styleDocument: [object]"&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Jurusan Penerbang&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="styleDocument: [object]"&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Jurusan Teknik Penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Jurusan Keselamatan Penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="styleDocument: [object]"&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Jurusan Manajemen Penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Masing - masing jurusan pendidikan tersebut diatas, memiliki beberapa program studi.&lt;/p&gt;&lt;p style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Jurusan penerbang, memiliki program - program studi:&lt;/p&gt;&lt;ol style="styleDocument: [object]"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Penerbang Sayap Tetap (fixed wing)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Penerbang Sayap Putar (helicopter)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Operasi Penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Jurusan Teknik Penerbangan, memiliki program - program studi:&lt;/p&gt;&lt;ol style="styleDocument: [object]"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Teknik Pesawat Udara&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Teknik Navigasi &amp;amp; Telekomunikasi Penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Teknik Listrik Bandara&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Teknik Bangunan dan Landasan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Teknik Mechanical&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Jurusan Keselamatan Penerbangan, memiliki program - program studi:&lt;/p&gt;&lt;ol style="styleDocument: [object]"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Pemanduan Lalu Lintas Udara&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Penerangan Aeronautika&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Komunikasi Penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Pertolongan Kecelakaan Penerbangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Jurusan Manajemen Penerbangan, memiliki program - program studi:&lt;/p&gt;&lt;ol style="styleDocument: [object]"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Administrasi Perhubungan Udara&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Operasi Bandar Udara&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Manajemen Transportasi Udara&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Ke empat jurusan pendidikan tersebut diatas, melaksanakan pendidikan baik program Diploma (Diploma II, III dan IV) juga melaksanakan program non diploma (kursus - kursus pendek).&lt;/p&gt;&lt;p style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Saat ini, STPI membuka pendaftaran untuk taruna baru, yang dibuka sejak tanggal 4 Juni 2007 lalu s.d 6 Juli 2007.&lt;/p&gt;&lt;p style="styleDocument: [object]" align="justify"&gt;Tidak semua orang dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan di STPI. hanya mereka yang sehat jasmani dan rohani sesuai standard penerbangan sipil internasional, cerdas, cekatan serta mandiri dan memiliki semangat serta jiwa kedirgantaraan yang kuat, yang dapat melewati berbagai tahap seleksi dan lolos untuk menjadi taruna STPI.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1989719763891107688-5238134640899831927?l=wisnudarjonotu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/feeds/5238134640899831927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1989719763891107688&amp;postID=5238134640899831927' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/5238134640899831927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1989719763891107688/posts/default/5238134640899831927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/06/indonesia-civil-aviation-institute.html' title=''/><author><name>Wisnu Darjono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16893768180523468668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_xBuCeQ8xf-c/Sz4fQMpdP3I/AAAAAAAAAAo/s3MmJE4R2rg/S220/101_3375.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
